Blog Pak Ridwan

Program Individual Fasilitator


Sebagai Fasilitator, saya menuntut diri sendiri  untuk selalu menjadi pembelajar yang baik, terus menggali, mencari dan menemukan serta membuat program-program yang bisa dijadikan pembelajaran. beruntung punya sahabat yang baik, sering sharing setiap kali ada kesempatan, kebetulan juga berkawan sudah lama, maka bermunculanlah ide-ide dari perbincangan ringan berteman kopi panas dan kudapan. :)
Program ini dulu digagas oleh yanda Anwar, sahabat yang barusan saya ceritakan, untuk memicu dan memacu Fasilitator aktif dan kreatif, programnya sesuai minat dan kompetensi masing-masing Fasilitator, setiap Fasilitator diharapkan membuat program yang unik, edukatif dan kreatif, setiap Fasilitator membuat beberapa program, satu diantaranya ide pembangunan fisik seperti learning station,
Nah ini adalah contoh Program Individu saya, yang Alhamdulillah lumayan berjalan lancar jika direncanakan dan dilaksanakan dengan semangat totalitas dan berkarya, sebagiannya berganti nama sesuai kebutuhan, seperti expo yang jadi open house, dll ada sebagian yang belum terwujud, semoga bisa menjadi pengingat teman-teman Fasilitator
Berikut Program-program saya (dulu)

CERMIN
Cerita Mini atau CERita dan Mendongeng yang mengandung ‘Ibrah’ dan Inspirasi
LATAR BELAKANG
Dunia anak adalah dunia bermain dan bercerita, anak-anak lebih mudah menyerap pendidikan dan pengetahuan melalui bermain dan bercerita. Sayangnya, hanya sedikit orang tua dan guru yang melakukan alih pengetahuan melalui metode bercerita. Maka wajar jika anak merasa lebih asyik bermain sendiri kurang mendengarkan kata-kata orang tua dan guru.
Mendongeng dan bercerita sangat penting bagi anak-anak sebagai bekal mereka menghadapi masa depannya. Di Negara maju, mendongeng atau bercerita dijadikan ‘habit’ atau kebiasaan dalam proses komunikasi pendidikan baik formal maupun non formal
TUJUAN
Banyak sekali manfaat yang didapat dari mendongeng dan menyampaikan pengetahuan dan pendidikan melalui cerita, dengan metode ini banyak tujuan yang bisa dicapainya antara lain;
  1. Anak terpicu daya kritis dan ‘curiosity’ nya (rasa ingin tahu atau penasarannya)
  2. Merangsang imajinasi, fantasi dan kreativitas anak
  3. Mampu melatih daya konsentrasi
  4. Melatih anak-anak berasosiasi
  5. Mendorong anak mencintai buku atau membaca
  6. Merangsang jiwa petualangan anak
  7. Memupuk rasa keindahan, kehalusan budi, dan karakter anak
  8. Melatih anak memahami nilai-nilai sosial
  9. Mengasah intelektual anak
  10. Hiburan bagi anak-anak dan menyehatkan otak
Target  yang ingin dicapai
  1. Kemampuan bahasa, kreativitas, dan kuriositas
  2. Mengasah konsentrasi, intelektual, asosiasi
  3. Gemar membaca  dan mencintai buku dan kepekaan sosial tinggi
WAKTU PELAKSANAAN
Kegiatan “CERMIN” dilaksanakan satu bulan sekali, adapaun waktunya adalah di minggu ke empat setiap bulannya

TEKNIS PROGRAM
Persiapan tema-tema cerita
Mengumpulkan bahan/materi cerita, Mendisain acara, Siswa berkumpul di tempat yang cukup luas / tempat yang memungkinkan menampung banyak siswa

PERNAK PERNIK
Permainan anak permainan unik (Alimpaido)
LATAR BELAKANG
Generasi baru sekarang jarang yang mengenal permainan-permainan tradisional jaman dulu. Padahal permainan tradisional rakyat memiliki nilai-nilai kejujuran yang sangat kental, berbeda dengan permainan modern yang berkembang saat ini. Permainan tradisional banyak ditinggalkan generasi sekarang, tak heran jika nilai-nilai kejujuran pun semakin redup dan menghilang.
Permainan tradisional yang biasa dilakukan anak-anak jaman dahulu seperti; egrang (jajangkungan), kelom batok, mobil-mobilan (rorodaan), sondah (engkle) dan sorodot gaplok mempunyai aturan dalam pelaksanaannya dengan sangat menjunjung tinggi sportifitas dan kejujuran, jika terjatuh saat bermain / lomba, maka harus kembali ke garis awal (mimiti) untuk mengulang permainan, sebelumnya juga harus mengucapkan “bit” atau cup” untuk bisa memulai permainan sampai garis finish

TUJUAN
Tujuan program ‘Pernak-pernik’ (alimpaido)
  1. Melestarikan seni budaya (permainan tradisional) yang sudah mulai tidak dikenal masyarakat
  2. Menumbuhkan nilai sportifitas sejak dini
  3. Agar nilai kejujuran senantiasa terjaga dan berlaku di masyarakat
  4. Menghadirkan permainan yang murah meriah dan ramah lingkungan
  5. Menumbuhkan sikap kompetisi yang sehat
  6. Mempersiapkan keikut sertaan gelaran alimpaido (olimpiade/festival mainan tradisi)
  7. Permainan yang menghibur
KOMPETENSI
  • Seni Budaya
  • Penjaskes
  • Pembentukan watak melalui permainan
WAKTU PELAKSANAAN
Dua bulan pertama adalah memilih permainan dan membuat  alat yang digunakan untuk permainan tradisional.
Besar kecilnya Alat disesuaikan dengan tahap perkembangan anak (usia)
Bulan bulan selanjutnya mulai dimainkan secara bergantian setiap permainannya

TEKNIS
Siswa dikelompokkan sesuai kelasnya, jadwal bermain ditentukan sebulan sekali di minggu ke empat
                  

1. PERNAK PERNIK
(Permainan Anak Permainan Unik / Alimpaido) (ini tereksekusi menjadi Permainan Enggrang, sorodot gaplok, kelom batok dll,

  • Latar Belakang
Permainan tradisi anak lambat laun mulai tergantikan oleh permainan yang secara teknologi lebih maju namun secara hubungan kemanusiaan sudah mulai luntur, nilai nilai edukasi tergantikan dengan nilai nilai individualis, egoistis, tidak peka terhadap lingkungan

  • Tujuan Program
Melestarikan permainan tradisi anak
Memupuk nilai dan sifat kejujuran anak melalui permainan tradisional yang unik

  • Target  yang ingin dicapai
Siswa bisa memainkan permainan tradisi, menjunjung tinggi sportifitas dan nilai kejujuran

  • Waktu pelaksanaan
Program penginventarisiran permainan , bahan dan alat sampai siap pakai dilakukan di  semester I ( 2 bulan pertama)
Pelaksanaan program jika sarana dan prasarana sudah siap adalah 1 minggu dalam satu bulan (minggu terakhir setiap bulannya)

  • Teknis Program
Siswa dibagi perkelas, permainan tradisi disesuaikan dengan usia siswa (kelas) dan tingkat kesulitan permainan

2. CERMIN
(CERita MINi / Cerita dan Mendongeng yang Mengandung Ibrah dan Inspiratif)

  • Latar Belakang
anak-anak lebih mudah menyerap pendidikan dan pengetahuan melalui bermain dan bercerita. Sayangnya, hanya sedikit orang tua dan guru yang melakukan alih pengetahuan melalui metode bercerita.

  • Tujuan Program
Anak terpicu daya kritis dan rasa ingin tahu atau penasarannya, Merangsang imajinasi, fantasi dan kreativitas anak, Memupuk rasa keindahan, kehalusan budi, dan karakter anak, Melatih anak memahami nilai-nilai sosial
  • Target  yang ingin dicapai
Kemampuan bahasa, kreativitas, dan kuriositas, Mengasah konsentrasi, intelektual, asosiasi, Gemar membaca  dan mencintai buku dan kepekaan sosial tinggi
  • Waktu pelaksanaan
Program “CERMIN” dilaksanakan 1 bulan sekali
  • Teknis Program
Persiapan tema-tema cerita , Mengumpulkan bahan/materi cerita, Mendisain acara, Siswa berkumpul di tempat yang cukup luas / tempat yang memungkinkan menampung banyak siswa, fasilitator bercerita dan berinteraksi dengan siswa

3. PARENTING CLASS
(Kelas Orang Tua) 
  • Latar Belakang
Pentingnya pengetahuan dan pendidikan bagi orang tua untuk mengetahui seluruh aspek yang diperlukan dalam mendidik dan membesarkan anak, mulai dari tumbuh kembang (fisiologis), psikologis, dan kognitif dengan metode-metode dan tips kekinian
  • Tujuan Program
Memberikan pemahaman (edukasi) sharing, menyatukan kesepahaman tentang “parenting” terhadap anak, tentang konsep sekolah, dan sebagai wahana berbagi pengalaman.
  • Target  yang ingin dicapai
Orang tua dan pihak sekolah bermitra dan bersepahaman
  • Waktu pelaksanaan
Dilaksanakan 1 kali dalam 1 semester, di awal semester
  • Teknis Program
Program bisa berbentuk talk show, seminar, bedah buku, diskusi, dan ramah tamah

4. AKSARA
(Antologi Karya Sastra Anak)
  • Latar Belakang
Apa-apa yang dilisankan mudah hilang tetapi apa-apa yang terdokumentasikan akan menjadi abadi dan terkenang
  • Tujuan Program
Menginventarisasi karya sastra anak (diary) memilih dan membukukannya,
  • Target  yang ingin dicapai
Menumbuh kembangkan minat baca dan tulis siswa
  • Waktu pelaksanaan
Antologi I atau Volume 1 , dihimpun selama 1 semester
  • Teknis Program
Mengumpulan bahan /materi dari tulisan diary siswa , Mengumpulkan karya-karya anak, membukukannya dan menerbitkan secara terbatas

5. CREATIVE WRITING TRAINING
(Pelatihan Menulis Kreatif bagi Fasilitator dan Siswa) 
6. KADO (Kumpulan Dongeng) *terbit menjadi kumpulan catatan harian anak
7. FATHIA EXPO FAIR (Pekan Pameran Fathia) (pameran karya, foto, produk) *Ini terselenggara jadi Open House dan FISHtival dan saya menjadi Ketua Panitianya
8. Workshop Daur Ulang (Reduce, Reuse n Recycle)
9. Workshop Membatik 
10. KASADA (Kelompok musik barang bekas dan angklung)
11. Klub Sastra Anak (termasuk pentas, mengirimkan karya anak ke media massa, dll)
12. Paduan Suara Anak, Orkestra Suling Bambu,
satu lagi yang belum terrealisasi pengen buat Komunita Bike to School anak2 

Alhamdulillah banyak yang terrealisasi berkat dukungan dari semuanya, amien
Kelompok Angklung & Perkusi Sekolah Dasar
Open House | FISH Festival





Labels: Catatan Harian, Edukasi, Fathia Islamic School, Komunitas, Menulis, Sekolah Alam, Sekolah Alam Sukabumi

Thanks for reading Program Individual Fasilitator. Please share...!

0 Comment for "Program Individual Fasilitator"

@artridwan | www.artridwan.com. Diberdayakan oleh Blogger.
Back To Top