Blog Pak Ridwan

Bekerjasama dulu, baru berkompetisi


SD3 Saung Baduy sedang beraksi


Bekerjasama dulu, baru berkompetisi
Jaman sekarang tuh jaman persaingan, sampai ada istilah persaingan ketat segala, semua berlomba-lomba menjadi nomor satu, dengan menggunakan segala cara agar bisa menduduki posisi terdepan atau teratas, iya kalo dengan cara-caranya baik, dan iya kalo perlombaannya adalah untuk kebaikan,  jika dengan cara licik dan perlombaan keburukan? Kita harus berfikir dua kali untuk melakukan hal dan cara itu.
Perlombaan terjadi di setiap lini kehidupan, disadari atau tidak setiap saat kita berlomba, pun dengan sang waktu.

Dalam dunia pendidikan saya pikir perlombaan dibutuhkan untuk mengukur sampai di mana kompetensi  yang sudah kita capai dalam “Tumbuh” atau “Berkembang” , ya! Untuk mengukur, tapi jangan lupa juga harus mengakar.

Di lingkup yang lebih kecil, yaitu kelas,  proses mengukur dan agar mengakar saya coba lakukan dengan mengajak anak-anak mengenali  dan menggali potensi masing-masing, kelebihan dan kekurangan yang mereka rasakan, agar bisa mengoptimalkan kelebihannya dan menutupi kekurangannya.

Saya sepakat untuk mengenalkan dan mengajak mereka melakukan kerjasama dulu antar teman, lalu setelah itu baru berkompetisi atau bersaing setelah sebelumnya juga menyampaikan dalam kompetisi itu sudah pasti bakal ada yang menang dan kalah, jika menang jangan sombong dan tinggi hati, jika kalah jangan rendah diri dan kecil hati. Kemenangan itu penting tapi proses yang baik untuk mencapai kemenangan itu jauh lebih penting.

Hari ini saya mendapatkan contoh  kongkrit bekerjasama dulu baru berkompetisi  dari aktivitas outbound anak-anak SD3, aktivitas outbound selama ini efektif untuk pembentukan karakter secara sehat dan menyenangkan.

Anak-anak dikumpulkan di lapangan depan kelas, berbanjar dan membentuk barisan, melakukan pemanasan sebelum aktivitas outbound di tanah lapang bekas sawah yang sedang kering kerontang dan belah-belah.
Di tengah lapang sudah siap landasan lomba sebanyak empat lintasan berbentuk garis  zigzag seperti huruf “Z”, anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok, tiap kelompok rata-rata beranggotakan empat orang dengan komposisi postur tubuh antara yang tinggi dan pendek serta yang berat badannya berat dan ringan seimbang, supaya jika dilombakan berimbang antar kelompok. Setelah mendapatkan kelompoknya masing-masing, fasilitator menyampaikan peraturan dan prosedur lombanya.

“Teman-teman, sudah punya kelompok masing-masing, kita akan berlomba antar kelompok, siapa yang menyelesaikan  duluan dan sesuai aturan, itulah pemenangnya”.
Fasilitator hanya memberi gambaran  dan prosedur secara umum, Tiap kelompok diharuskan menggotong anggota kelompoknya secara bergantian, sampai semuanya mendapat giliran digotong  dan tiba di garis finish, jangan sampai ada yang jatuh. Taktik dan strateginya diserahkan untuk dipikirkan tiap-tiap kelompok, mulai dari bagaimana cara menggotong temannya, siapa yang duluan digotong sampai berhitung komposisi dan tenaga kelompok untuk memenangkan perlombaan.

Persiapan dan Simulasi
Sebelum lomba dimulai, anak-anak diberikan waktu secukupnya untuk mendiskusikan antar temannya tentang taktik dan strategi untuk memenangkan pertandingan, juga simulasinya, ini penting agar ketika berlomba anak-anak punya gambaran yang jelas, rasional, bisa terukur. Simulasi juga perlu untuk memantapkan kesiapan dan kesigapan anak-anak 

Salam Hangat Jabat Erat
@artridwan
Blogger, Fasilitator Sekolah Alam
Labels: Catatan Harian, Edukasi, Menulis, Outbound, Sekolah Alam, Sekolah Alam Tangerang

Thanks for reading Bekerjasama dulu, baru berkompetisi. Please share...!

0 Comment for "Bekerjasama dulu, baru berkompetisi"

@artridwan | www.artridwan.com. Diberdayakan oleh Blogger.
Back To Top