Blog Pak Ridwan

Kisah Kinasih (Part II)


Selanjutnya…
Kisahku ini berawal dari sini , menerima ajakan temanku untuk ikut forum Transformasi Mahasiswa 2003 di Bogor-JABAR, tanpa sengaja aku ketemu temen baru yang asyik-asyik dan tanpa dinyana aku juga ketemu teman-teman lamaku yang tiga, empat bahkan ada yang sampai enam tahun tidak bertemu, waaah… nggak kebayang sebelumnya deh. Aku seneng banget bisa ketemu sama mereka semua, mungkin itu sudah takdir Tuhan kali ya ?
Uppsss….prolognya kayaknya kepanjangan ya ? oke deh aku singkat aja ! kita mulai ya satu…dua…tiga….!!!


14 AGUSTUS 2003 [ KAMIS ]
sore hari kira-kira pukul 15.30 aku siap-siap meluncur ke Bogor Jawa Barat untuk mengikuti acara Transformasi Mahasiswa 2003, program bersama mahasiswa Islam-Kristen dengan tema “ Membangun jembatan komunikasi di tengah Pluralisme bangsa “ begitu kurang lebih lengkapnya. Rencananya acara itu akan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 15-17 Agustus 2003 bertempat di Wisma Kinasih Caringin Bogor dan akan diikuti oleh sekitar 400 orang mahasiswa Islam dan Kristen se-Indonesia, ramai memang dan aku bisa membayangkan acara ini bakalan seru.


Pukul 17.30 setelah semua peserta kumpul, (rombongan kami berjumlah 40 orang, 30 orang dari Jogja , 6 orang dari semarang dan sisanya dari jombang dan Surabaya yang ikut rombongan kami) kami menuju pelataran parkir dan menghampiri bus pariwisata yang sudah nongkrong dari siang dan nggak sabar pengen cepat-cepat berangkat. Semua penumpang sudah masuk bus. Bus yang kami tumpangi perlahan-lahan merangkak maju meninggalkan pelataran parkiran kampusku, dari jendela busku aku Lihat lambat laun parkiran semakin jauh dari pandanganku pertanda aku sudah mulai jauh
meninggalkan kampusku untuk kemudian berangkat menuju tujuan yaitu mengikuti acara “Transformasi Mahasiswa 2003” begitu sering di ucapkan kawan-kawanku. Selama perjalanan kawan-kawan pada sibuk dengan urusannya masing-masing, ada yang asyik dengan walkmannya, nggak tau deh lagunya apa….lagu nina bobo kali hik…hik…hik…, ada yang seru maen game di HP, ada yang sibuk sms-an kesana kemari juga ada yang “tewas” ngorok selama perjalanan huaa..haa…haa…sampe keliatan ilernya……ih jijay deh.
perjalanan Jogja – Bogor kurang lebih ditempuh 12 jam. Kurang lebih lho…kalau kurang jangan protes ! kalo, lebih ya dibalikin ! Cukup lama emang. bisa bikin –maaf- pantat panas, pegel, cape dan seabrek keluhan lainnya menerpa diri, tapi yang pasti seneng dong. Akhirnya bus nyampe juga dengan selamat eh….sebentar ada yang namanya selamat nggak ya ? perasaan selamat nggak ikut deh


15 AGUSTUS 2003 [ JUM’AT ]
Pukul 05.00 pagi bus rombongan kami tiba di Wisma kinasih Bogor, pak satpam dengan sigap membukakan pintu gerbang Wisma dan menyambut kedatangan kami. Pagi itu udara Bogor dingin, dingiiiiin…..sekali sampai ada kawanku yang buang gas sembarangan, gas yang baru keluar langsung membeku jadi padat saking dinginnya hik..hik..hik…( waah..kalo yang ini si Awan bo’ong nich ) buru-buru kami turun dan masuk ke lobby Wisma menghindari dinginnya udara diluar, terus kami check in dan setelah mendapatkan nomor dan kunci kamar tanpa dikomando semuanya bubar menuju keperaduannya masing-masing, termasuk aku yang mendapat kamar di lantai tiga, “kaciaaaann……deh gua.” Gumamku.
Tidur sebentar, bangun dan terus mandi adalah aktifitas yang pertama aku lakuin setelah cakep baru aku beredar jalan-jalan melihat pemandangan sekitar wisma yang asri karena disana-sini banyak pohon yang rindang. Lapar !!!, perut nggak bisa diajak kompromi nich, akhirnya aku keluar wisma buat nyari makan bareng tho-ge temenku yang agak error, sebelum keluar melewati pntu gerbang kami diminta untuk menyerahkan ID card ke satpam, begitu keluar gerbang kulihat tukang bubur senyum-senyum memandangiku seolah merayu tuk bertemu………( walaaaahh pake kata merayu tuk bertemu segala nich awan, sok puitis !!) akhirnya kudekati tukang bubur, namun Siaalll!!!!!, bokek!!…duit didompet habis, aku dan tho-ge saling berpandangan, tho-ge senyum-senyum imut sambil berkata : “sama… wan lagi apes nich, kita nyari ATM yuk?” tanpa banyak bicara Aku mengiyakan, lalu kami berdua pergi ke Bogor buat nyari ATM. Setelah cape puter-puter Bogor kami menemukan ATM tak jauh dari kebon raya Bogor. “Uppss…dapet juga.” Ujar kami berdua, setelah itu kami buru-buru pulang ke wisma takut banyak yang merasa kehilangan kami he…he..he….
Balik ke wisma aku dan Tho-ge berpisah, tho-ge langsung pasang aksi hunting nyari kecengan temen baru. kalo aku sih biasa-biasa aja nggak terlalu bernafsu he…he..he…he yang baca jangan protes ya? Soalnya tokoh aku (awan) itu orangnya baik hati, suka menolong dan rajin menabung. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan ( kayak dasadarma pramuka aja ya?).


Hari mulai sore, sebentar lagi acara pembukaan segera dimulai aku bergegas memasuki ruangan pertemuan dan duduk ditengah-tengah melebur dengan peserta lainnya, yang membuka acara adalah Pak Bungaran Saragih( Mentri Pertanian Kabinet Megawati ). Setelah itu acara berlangsung dengan menghadirkan pembicara bapak bangsa kita , siapa lagi kalo bukan Pak Prof.DR. Nurcholis Madjid yang pada kesempatan itu berbicara panjang lebar tentang Pluralisme bangsa dan ketidakpunyaan mahasiswa akan masa lalu, pak Nurcholis menambahkan mahasiswa hanya punya masa kini dan masa depan, esok hari akan ditentukan oleh sikap dan perbuatan dimasa sekarang, begitu kurang lebih yang bisa aku tangkap dari pembicaraan pak Nurcholis Madjid.

Bersambung…. (ke bagian ke-3)


Labels: Journey

Thanks for reading Kisah Kinasih (Part II). Please share...!

0 Comment for "Kisah Kinasih (Part II)"

@artridwan | www.artridwan.com. Diberdayakan oleh Blogger.
Back To Top